i
50% Orang Tua Tunggal dalam Kondisi Kemiskinan
2005-04-30 11:06
Seperti disebutkan dalam penelitian yang dilakukan oleh
Burden dalam Martin dan Colbert (1997),
pekerjaan merupakan hal yang penting dalam
status ekonomi orang tua tunggal wanita.
Dengan tidak adanya suami,
mereka bertanggung jawab sepenuhnya untuk penggambil alihan tugas
utama suami sebagai pemberi nafkah bagi keluarga.
Hasil penelitian yang dilakukan Burden tersebut menunjukkan bahwa
lebih dari 50% orang tua tunggal wanita yang tidak
bekerja hidup dalam kemiskinan. Setelah diperhatikan oleh peneliti, ternyata
tekanan ekonomi bukanlah satu-satunya permasalahan yang dihadapi oleh orang
tua tunggal wanita yang bekerja.
Tekanan ekonomi karena hilangnya bantuan keuangan dari pasangan
hanyalah salah satu dari banyak permasalahan lainnya yang dialami oleh para
orang tua tunggal wanita yang bekerja. Albrecht (1967) menyatakan bahwa orang
tua tunggal wanita yang bekerja memiliki beban yang paling berat dibandingkan
hanya menjadi ibu, ataupun ibu yang bekerja tetapi memiliki pasangan.
Hal ini disebabkan karena banyak hal, antara lain adalah tidak adanya bantuan pasangan
dalam pengambilan keputusan, tekanan ekonomi, dan hilangnya sosok ayah dalam
mengurus anak. Pernyataan Albrecht di atas sesuai dengan hasil studi yang
dilakukan oleh Burden (dalam Martin & Colbert, 1997) mengenai orang tua yang
bekerja, dimana orang tua tunggal wanita memiliki tingkatan stres yang paling
tinggi dalam menangani berbagai tanggung jawab atas rumah tangga dan
pekerjaan.
Selain tidak adanya bantuan keuangan, Williams, Stacey dan
Wahlstrom (2006) juga mengemukakan bahwa tidak adanya bantuan pengerjaan
tugas rumah tangga oleh pasangan merupakan salah satu tantangan terberat yang
dialami oleh orang tua tunggal wanita yang bekerja walaupun terkadang mereka
mendapat bantuan dari teman ataupun saudara dalam mengurus anak.
—————