i
Tukang Kredit dan Ibu Tunggal
21/08/2010 10:20Dibandingkan Ayah Tunggal, Ibu Tunggal berkecenderungan berhubungan dengan tukang kredit. Ibu Tunggal modern berhubungan dengan institusi kredit yang modern, seperti bank-bank yang menawarkan Kredit Tanpa Anggunan hingga kartu kredit. Ibu-Ibu yang konvensional dalam skala ekonomi menengah ke bawah berhubungan dengan Tukang Kredit Keliling.
Memina kredit biasanya dilakukan untuk memiliki barang konsumtif dan atau menutup kebutuhan sehari-hari yang memang sangat besar.
Ibu Sakem, yang sehari hari bekerja menjadi pemijat dari rumah ke rumah, menurut cerita menantunya terlibat banyak utang. hampir setiap hari Ibu Sakem harus mencari sedikitnya 50 ribu rupiah untuk membayar utangnya sebanyak 1 juta rupiah kepada Tukang Kredit Keliling. Jika menunggak, menjadi berbunga.
Ibu Tina, yang mengendarai mobil sedan memiliki Kartu Kredit yang kadang bermasalah karena ia teledor membayar. Ketika sebuah kartu kredit habis limit dia tidak juga membayar dengan tepat Bank tempatnya meminjam melimpahkan pada perusahaan penagih utang. Ketika dia membayar kewajibannya dengan baik hingga hampir selesai perusahaan penagih utang lewat petugas lapangannya menagih kembali yang lebih besar,...
Ibu Sakem dan Ibu Tina adalah janda dari dua kondisi sosial berbeda tetapi berurusan dengan pihak yang serupa; pemberi utang, kredit yang tidak melengkapi perjanjian kreditnya dengan landasan hukum yang melindungi peminjam dari kesemena-menaan pemilik modal. Ibu sakem dan Ibu Tina akan menjadi korban dan mainan dari lembaga dan orang pemberi kredit jika pemberi kredit melihat celah yang menguntungkan.
Stoop, berutang! Stop melakukan kredit !
—————